Pengalaman Mengikuti Tes CPNS 2021 dengan Serba Nyaris

Assalamu'alaikum.

Di dunia perbloggeran, ngetren banget istilah ODOP. One Day One Post. Tapi kalau aku, kayaknya ODOP bukan singkatan dari One Day One Post, melainkan One Decade One Post saking jarangnya posting. Wkwkwk. Semua ini diawali gara-gara tes CPNS tahun 2021 lalu, lho. Lah, malah nyalahin. Memang manusia ya gini ini. Maklumin yah, gengs. Wkwkwk. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Jujur, niat awal ikutan CPNS ini sebenarnya aku iseng-iseng aja. Sekalian buat nyenengin orang tua juga. Maklum, orang tua pengennya ada salah satu anaknya yang nerusin karir untuk jadi PNS.

Jadi pikiranku waktu itu kalau seumpamanya lolos jadi CPNS, alhamdulillah bisa mewujudkan keinginan orang tua. Itung-itung bisa bantu-bantu suami mengais rezeki juga, kan. Hehe 🀭. Kalau gak lolos, ya gakpapa. Memang lolos tes CPNS itu terkenal susah karena saingan banyak, dan paling tidak aku sudah menujukkan sikap kalau sedang dalam ikhtiar menyenangkan orang tua. Nothing to lose pokoknya.

Walaupun ikhlas gak lolos tes CPNS, tapi persiapan untuk menjalani tes ini aku lakukan dengan sungguh-sungguh, dengan serius. Serius, deh πŸ₯Ί. Dan kali ini aku mau menceritakan kisah nabi-nabi pengalamanku selama mempersiapkan dan melaksanakan tes ini yang ternyata penuh dengan ke-"nyaris"an.

Tes Administrasi
Tes administrasi ini sebenarnya istilah kerennya pendaftaran. Jadi kita mendaftar secara online, sekaligus mengupload dokumen-dokumen yang disyaratkan.

Nah, kebetulan aku tahu ada tes CPNS 2021 ini pas kurang dari 24 jam sebelum pendaftaran ditutup. Jadi aku mempersiapkan syarat-syaratnya hanya dalam hitungan jam aja.

Karena ada beberapa dokumen yang harus dibubuhi materai, jadi ketika itu (sekitar jam setengah 8 malam) aku keluar rumah mencari toko yang menjual materai yang masih buka. Mana sudah masuk jam malam pula. Saat itu di daerah sini masih PPKM, sudah jalanan gelap gara-gara lampu jalan dimatiin, sepi, toko-toko banyak yang udah tutup, banyak jalan yang ditutup pula. Walaupun begitu, alhamdulillah bisa dapat materai nya setelah muter-muter kota lewat jalan tikus. 

Btw, saat itu aku juga sempat engkel-engkelan sama polisi juga. Soalnya ketemu jalan ditutup yang posisinya di tengah-tengah jalan satu arah, mana gak ada gang buat muter balik. Kalau gagal dapat materai kan alamat aku gak jadi daftar karena kehabisan waktu. πŸ™ˆ

Alasan kenapa tahap ini dinamakan tes administrasi adalah karena dokumen-dokumen dan data diri yang diupload akan dicek kembali. Kalau semua dokumen dan data diri sesuai dengan syarat jabatan yang dilamar, InsyaAllah bisa lanjut untuk mengikuti tes SKD (Seleksi Kemampuan Dasar). Sebaliknya, kalau ada dokumen dan data diri yang tidak sesuai persyaratan, ya wassalam. Jadi berhati-hatilah sebelum submit dan upload dokumen.

Pastikan jurusan kuliah/pendidikan sesuai dengan syarat jabatan yang dilamar, dan materai yang digunakan asli (bukan hasil comot dari mbah google πŸ˜‚). Karena eh karena dua sebab inilah yang paling banyak menggugurkan para peserta di tahap tes administrasi. Ini menurut pengalamanku 3 kali mengikuti tes ini loh, ya. πŸ˜„

SKD
Karena daftar di detik-detik akhir waktu penutupan tes administrasi, tentunya aku merasa dag dig dug der, dong. Ini aku bisa lolos apa nggak? Mana setelah submit aku baru sadar ternyata ada typo di surat pernyataan yang aku buat. Kata yang seharusnya "yang" menjadi "yanggg". Duh, panjang banget itu huruf g nya, macam ketikan status fb remaja labil deh 😣. Alhamdulillah nya, aku masih lolos dan bisa lanjut ke tes selanjutnya. Ini kayaknya mata panitia seleksinya agak siwer deh gara-gara kebanyakan baca dokumen. Wkwkwk.

Tapi aku tidak bisa tenang secepat itu. Karena aku daftarnya mepet, persiapanku juga mepet, cyin. Peserta lain ada yang udah mempersiapkan untuk belajar 4 bulan bahkan 1 tahun sebelum pendaftaran dibuka, sementara aku cuma punya waktu gak sampe sebulan. Minder akuuuh. 😭

Kalau di tes SKD sebelum-sebelumnya aku belajar dari buku-buku kumpulan soal tes CPNS, kali ini aku menempuh jalan pintas. Nganu, bukan lewat sogok menyogok maksudku πŸ˜…. Melainkan lewat aplikasi, lewat grup chat belajar bareng SKD CPNS, dan lewat youtube. Intinya belajar lewat smartphone lah, supaya sesi belajar lebih menyenangkan.

Setelah aku melakukan belajar lewat aplikasi (aku pakai BisaCPNS) dan lewat grup chat belajar bareng ini aku merasa lebih terpacu. Itu karena selain belajar dan mengerjakan beberapa soal secara mandiri, beberapa kali juga diadakan semacam try out atau kuis dan dirangking juga. Bisalah buat mengukur kemampuan diri dan membandingkan diri dengan orang lain yang sama-sama mempersiapkan diri ikut tes SKD ini.

SKD terdiri dari tiga kategori soal, yaitu TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelegensia Umum), dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi). Untuk detail tentang SKD ini bisa dicari di google, yes. Malas aku jelasin lagi di sini. Bikin postingan ini makin panjang aja. Wkwkwk.

Jadi untuk mempersiapkan SKD, selain menjajal tryout aku hanya konsentrasi belajar TWK nya aja. Maklum, daya ingatku ini lemah sekali. Susah banget ngajak otak ini bersekongkol menghapal materi-materi. Kalau TIU dan TKP InsyaAllah aman. Soalnya TIU kebanyakan cuma matematika dasar dan logika. Sedangkan TKP, kalau nalar dan hati nurani sebagai ASN sejati jalan kemungkinan bisa dapat nilai di atas passing grade. Apalagi si TKP ini tiap jawaban ada poinnya antara 1-5, jadi gak ada jawaban yang benar-benar salah. πŸ€ͺ

Ternyata konsentrasi penuh belajar TWK bukan berarti aku bisa mendapatkan nilai TWK yang maksimal πŸ˜…. Nyatanya nilai TWK ku gak tinggi-tinggi amat. Cuma 95 dari nilai tertinggi 150. Sedangkan TIU aku mendapat 165 dan TKP 184. Total nilai 444.

Untungnya, jumlah peserta lolos SKD adalah 3xjumlah formasi. Kebetulan formasi jabatan yang aku lamar membutuhkan 2 orang. Jadi yang lolos di tahap ini adalah 6 peringkat teratas peserta formasi jabatan yang nilainya di atas passing grade. Dan aku? Peringkat 5. Nyaris sekali. πŸ€ͺ

SKB
Usai lolos SKD, aku harus siap-siap untuk mengikuti SKB (Seleksi Kemampuan Bidang). Alhamdulillah untuk formasi CPNS di pemerintahan daerah, SKB nya hanya ada satu tahap, yaitu CAT (Computer Assisted Test). Untuk SKB CPNS kementerian bisa jadi berbeda. Ada kementerian yang mengadakan SKB dalam beberapa tahap. Ngomong-ngomong, inilah salah satu alasan kenapa aku memilih mengikuti tes CPNS di pemerintahan daerah. Biar gak kebanyakan tes. Kalau udah buang-buang waktu dan tenaga buat ikut tes yang panjang banget tahapannya tapi berakhir gak lolos, kan hati rasanya nyesek banget yah. πŸ₯Ί

CAT di SKB ini secara teknis pengerjaan sama persis dengan yang di SKD. Bedanya hanya di tipe soalnya aja. Kalau CAT SKD tipe soalnya sama untuk semua formasi CPNS, sedangkan SKB tipe soalnya disesuaikan dengan materi-materi yang berkaitan dengan bidang pekerjaan jabatan yang dilamar. Misalnya aku nih, ambil formasi jabatan yang berkaitan dengan keuangan, soal-soal SKB nya juga pasti gak jauh-jauh dari topik yang berkaitan dengan keuangan.

Harusnya ini sangat mudah sekali. Apalagi pendidikan terakhir harus sesuai dengan syarat pendidikan terakhir formasi jabatan yang dilamar. Tapi aku udah bertahun-tahun gak handle pekerjaan yang berkaitan dengan pendidikan terakhir. Lulus kuliah, langsung kerja tapi kerjaan gak ada sangkut pautnya dengan akuntansi. Setelah nikah memilih jadi ibu rumah tangga pula πŸ™ˆ. Weleh-weleeeeeeeh. πŸ˜‚

Makanya setelah tau bakal ikut SKB, aku langsung buka-buka buku-buku literatur jaman kuliah. Gak semua mata kuliah, sih. Cuma bisa belajar ulang Pengantar Akuntansi karena keterbatasan waktu. Khusus ini aku ingin berterima kasih sebanyak-banyaknya sama iPusnas, aku bisa belajar tanpa harus beli bukunya lagi😘. Maklum, semua buku jaman kuliah udah aku loakin semua. πŸ€ͺ

Di tahap ini aku rasanya udah pasrah banget. Persiapan yang aku lakukan rasanya gak begitu matang. Tapi yowis lah. Bisa sampai tahap ini aja udah alhamdulilah.

Alhamdulillah soal SKB yang aku dapat hanya akuntansi dasar aja. Gak sampe yang njlimet macam akuntansi pemerintahan. Tapi muncul masalah baru lagi. Kalau aku dapat soal yang kayak gini, kemungkinan besar para sainganku juga dapat soal serupa. Kalau bagiku yang punya otak pas-pasan dan dengan persiapan ala kadarnya aja soalnya berasa mudah, apalagi bagi sainganku. πŸ˜”

Ternyata eh ternyata, ketika saat pengumuman tiba.. Jeng jeeeeeeeng. Lha kok ternyata aku... LOLOS 😳. Alhamdulillah. Sungguh tidak disangka-sangka. Di sini aku berada di peringkat kedua, dengan selisih nilai akumulasi SKD dan SKB cuma selisih 0.1 poin dengan sainganku yang ada di peringkat tiga. Nyaris banget 😱.  Ayah, ibu, anakmu keterima CPNS. Alhamdulillah, doa kalian terkabul. πŸ₯Ί

🌼🌼🌼🌼

Pengalaman Mengikuti Tes CPNS 2021 dengan Serba Nyaris
Pengambilan Sumpah Janji PNS
Sampai sekarang pun rasanya masih gak percaya. Aku sama sekali gak pernah ada kepikiran untuk meneruskan perjuangan ayah mengabdi jadi PNS. Kalau disuruh ikutan tes sih hayuk-hayuk aja. Biar orang tua senang. Tapi buat lolos tesnya, blas gak kepikiran. Membayangkan banyaknya saingan aja udah bikin begidik ngeri. 😱

Tapi namanya juga rezeki yah. Sungguh tidak disangka-sangka. Alhamdulillah. Sekarang pikirannya tinggal satu. Biasanya aku ikut suami ke mana-mana, sekarang mana bisa. Jadi LDM deh. πŸ™ˆ

Wassalamu'alaikum. 

Komentar